Jumat, 14 Juni 2013

Arti Penting Kesenian Tradisional Indonesia

Indonesia oh indonesia dengan Kemajemukan suku-suku di Indonesia memberi peluang untuk tumbuh suburnya beragam seni tradisional yang bernilai adiluhung sehingga bisa dieksploitasi menjadi kesenian nasional. Namun ketika berbicara masalah seni tradisional harus pula memberi pengertian seni tradisional secara tepat, sehingga tidak sembarang seni tradisional yang bisa diangkat menjadi kesenian nasional. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud atau pengertian seni tradisional itu ? Pengertian seni tradisional  adalah merupakan keanekaragaman  unsur budaya yang sudah menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia. Berbicara tentang seni tradisional tentu merupakan karya seni budaya yang sangat dikagumi oleh bangsa Indonesia, karena mempunyai keunikan yang beragam.
Berbicara masalah seni tradisional memang banyak ragamnya yang terbagi menjadi seni gerak, seni musik, seni rupa dan seni sastra. Dalam seni gerak saja misalnya, beragam seni gerak tradisional yang tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia ini. Untuk sekedar menyebut contoh saja misalnya kita mengenal tari Topeng dari Cirebon, tari Jaipong dari Bandung, tari Piring dari Sumatera Selatan, tari Tor Tor dari Sumatera Utara, tari Pedet dari Bali dan banyak seni tari tradisional lainnya.
Begitu pula ketika berbicara masalah seni musik tradisional, hampir setiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki seni musik tradisional sendiri-sendiri. Bayangkan bila di Indonesia ada sekitar 17 ribu suku bangsa, maka sebanyak itu pula seni musik tradisional yang ada. Memang benar banyak diantara yang memiliki alat musik yang sama atau hampir sama, namun kekuatan budaya dan kearifan lokal masing-masing menjadi sumber inspirasi sehingga terasa berbeda satu dan lainnya. Hal yang sama juga terjadi pada seni rupa dan seni sastra, kendati tidak semua memiliki kekuatan yang sama sehingga berkesempatan manggung dalam kancah nasional.

Beragamnya Seni Tradisional Indonesia

Keanekragaman seni tradisional di bumi nusantara ini memang menjadi kekayaan yang tak ternilai dan menjadi daya tarik bagi negara lain di dunia baik secra formal maupun dalam kapasitasnya sebagai seorang wisatawan. Namun tentu saja kekayaan budaya dan seni tradisional tersebut tidak akan menjadi apa-apa tanpa diberi pengertian tentang manfaat seni tradisional ini sebagai kekayaan budaya nusantara kepada generasi muda selanjutnya. Perlu disadari bahwa salah satu yang menyebabkan seni tradisional apapun itu bentuknya adalah terhentinya tongkat estapet pelestarian seni tradisional tersebut kepada generasi muda selanjutnya. Dengan demikian karena tidak ada generasi pelanjut, seni itu lambat laun menua dan akhirnya mati tanpa jejak. Sungguh disayangkan bila banyak seni tradisional kita yang mengalami nasib yang sama.
Begitu banyak budaya yang dapat kita kembangkan untuk menciptakan keharmonisan antara suku bangsa sebagai satu kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai pesta seni tradisional di dalam tataran lokal bisa dijadikan ajang silaturahmi dan bersosial antara sesama, sehingga mengukuhkan hubungan yang baik sebagai sesama warga negara. Begitu pula dalam tataran regional dan global, berbagai pertunjukan seni tradisional bisa memperat hubungan antara bangsa di dunia. Banyak bukti yang telah terjadi bagaimana sebuah kesenian bisa mempererat hubungan antara sesama warga dunia.

Nilai Luhur Seni Tradisional Indonesia

Sebagai bangsa yang mempunyai banyak budaya tentu membuat kita merasa cemas dengan keanekaragaman budaya yang kita punya. Bagaimana tidak? Begitu banyaknya karya kesenian terkadang membuat kita khawatir kalau saja unsur budaya yang kita punya punah dengan seketika.  Seperti disinggung di awal tadi, tanpa adanya kepedulian dari generasi mudah selanjutnya sebagai pemegang tongkat estapet pelestarian seni tradisional ini, memang bukan hal mustahil kalau pada satu titik tertentu satu demi satu kesenian tradisional itu akan punah tergantikan seni modern yang dianggap lebih bergengsi.
Pelestarian seni tradisional sebagai salah bentuk kekayaan budaya nusantara memang harus bersikap adil, dalam arti memberi perhatian sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja bila seni tradisional yang telah memiliki wadah khusus untuk berkiprah, pelesterian kepada generasi muda telah terjadi misalnya, tidak terlalu membutuhkan banyak perhatian selain dalam bentuk kontrol dan supporting. Namun berbeda bila seni tradisional tersebut misalnya memiliki kendala dalam hal pengembangan dan pelestarian, baik tidak adanya wadah untuk berkesenian atau kepedulian generasi muda setempat yang rendah, maka perlu kerja ekstra dan perhatian serius terutama dari birokrasi bila mengharapkan kesenian tradisional tersebut pada satu saat nanti punah.
Langkah sederhana yang tak kalah pentingnya adalah memberi pengertian tentang seni tradisional itu sendiri, baik dalam hubungannya dengan sesama seni tradisional di dalam wadah budaya Indonesia,maupun seni tradisional dalam kaitannya dengan bagian dari seni global. Tanpa memberi pengertian yang jelas, dikhawatirkan akan muncul pemahaman yang keliru sehingga menganggap bahwa seni tradisional adalah sesuatu yang kuno, yang tidak bergengsi, norak, udik, sehingga tidak perlu dilestarikan. Pemahaman yang keliru juga bisa menyebabkan orang menjadi tidak peduli pada setiap seni tradisional tersebut.
Sebenarnya pengertian seni tradisional yang paling dasar adalah, dimana kita sebagai masyarakat haruslah sama-sama dalam melestarikan kesenian yang kita punya, dengan demikian secara tidak langsung kita terus memperkenalkan budaya kita kepada generasi berikutnya. Meneruskan tongkat estapet seni tradisional kepada generasi muda selanjutnya harus dibuktikan atau dilakukan oleh orang tua itu sendiri, dengan cara terjun langsung dan memberi contoh bagaimana caranya melestarikan seni tradisional yang dimaksud. Bila orang tua telah menunjukkan kepedulian, berusaha terus pantang menyerah sekalipun tidak mendapat perhatian dari siapapun dan dari mana pun, akan muncul kekaguman dari generasi muda. Kekaguman inilah yang akan menjadi modal besar untuk mencari generasi muda pelanjut kesenian tradisional tersebut yang akan melestarikannya.
Memang patut disayangkan bila birokrasi sendiri tidak memberi dukungan baik moril maupun material secara memadai kepada para seniman untuk terus berkarya dan mewadahi mereka dalam satu wadah yang membuatnya menjadi bangga.  Menjadi kewajiban pemerintah sesungguhnya untuk memberikan dukungan agar dapat mengangkat harkat dan martabat para seniman tradisional tersebut. Maka dengan demikian para seniman inilah yang akan terus memperkenalkan budaya yang ada di Indonesia tercinta ini. Namun sebaliknya bila dukungan, penghargaan dan perhatian dari pemerintah terhadap kesenian dan seniman tradisional tidak berjalan baik atau hanya baru dilakukan ketika benar-benar ada maunya, jangan harap setiap kesenian tradisional yang menjadi kekayaan Indonesia tetap utuh, tumbuh dan berkembang.
Mengharapkan satu-satunya perhatian, dukungan dan penghargaan dari pemerintah juga tidak sepenuhnya benar. Bagi siapapun anggota masyarakat, baik dari kalangan seniman maupun dari kalangan umum, kalangan pengusaha dan lain sebagainya, bila memang mengharapkan dan menginginkan kesenian tradisional daerahnya masing-masing tetap ada, lestari, tumbuh dan berkembang, harus menunjukkan kepedulian yang sama. Dengan cara seperti itulah akan memunculkan kebanggaan bagi para seniman tradisional bahwa ia hidup berkesenian tidak sendirian, melainkan banyak saudara yang siap secara bersama-sama sesuai dengan pengetahuan dan kemampuanya, untuk bersama-sama melestarikan kesenian tradisional di daerahnya masing-masing. Gerakan masal seperti itulah yang akan melestarikan kesenian tradisional kemudian bisa tumbuh dan berkembang. 
Oleh : anneahira

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes